Posted by: firmanisb | March 10, 2008

Memompa Pikiran

Manusia dianugerahi akal, dengan akallah manusia mampu berpikir sebagai ciri yang penting yang membedakannya dengan makhluk lain. Kegiatan berpikir adalah suatu pola berpikir yang secara luas disebut dengan logika yaitu mengikuti pola tertentu. Kekuatan berpikir seseoang identik dengan kekuatan intelektualnya. AlQuran mengajak manusia untuk berpikir sekaligus ia menjadi sumber inspirasi dalam berpikir, “ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (merenung) ayat-ayatnya dan supaya mendapatkan pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29) Berpikir berarti memfungsikan otak. Otak yang sering digunakan berpikir susunan neuritnya lebih rapat dibandingkan dengan yang tidak. Pada dasarnya otak seperti “data storage” dengan kapasitas super yang sanggup menyimpan banyak informasi juga memprosesnya. Berpikir, dengan kata lain memfungsikan otak berarti mensyukuri karunia Allah yang besar ini. Manusia dianugerahi rasa ingin tahu terhadap segala sesuatu yang mendorongnya untuk berpikir. Dengan berpikir pula manusia mendapatkan ilmu. Tahukah Andao    Bila Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menulis masterpiecenya Majmu Fatawa sebanyak 37 jilido    Thomas Alfa Edison memiliki 1093 hak pateno    Hamka telah menulis sekurangnya 9000 halaman tafsir Al-Azhar.o    Harun Yahya telah menyelesaikan 200 lebih judul buku dan artikel.Kata kunci yang dapat kita ambil adalah bahwa mereka selalu berpikir, ya,  mereka selalu berpikir dan berpikir. Tentu saja kemudian bekerja. Sekarang bagaimana agar produktifitas berpikir kita meningkat? Jalannya kita memompa pikiran. Memompa pikiran berarti berupaya keras mengoptimalkan kemampuan otak untuk mengolah dan mengeluarkan informasi untuk menyelesaikan semua tantangan yang dihadapi. Teknik-teknik memompa pikiran yang dapat dilakukan :

1.     Kuota ide

Menetapkan kuota ide berarti menetapkan batas minimal produktifitas berpikir. Berapa tulisan yang harus saya buat dalam satu minggu? Berapa jumlah desain yang diselesaikan satu bulan. Berapa banyak ide baru yang harus dihasilkan untuk memperbaiki strategi pemasaran. Berapa buku yang mesti dibaca per minggu.

Menentukan kuota ide berarti menentukan target-target.

 2.     Dapatkan nada!

Memperhatikan secara saksama apa yang terjadi di sekitar Anda mengantarkan anda kepada nada. Ide ada di mana saja, di atas bukit, papan reklame, di bawah daun, di hiruk pikuk keramaian atau sunyinya malam yang pekat.Ketika memusatkan perhatian akan mengarah kepada sesuatu –yang Anda pikirkan, itulah nada.Mungkin saja kejadian tabrakan di jalan dapat menjadi pengantar materi yang disampaikan siang nanti. Bisa jadi tumpukan sampah disekeliling kita memunculkan ide membuat reaktor pengolah sampah. 

3.     Jangan jadi budak kebiasaan

Buat cara yang berbeda untuk pekerjaan yang sama, tentu yang lebih baik. Isi liburan dengan kegiatan yang berbeda. Cara dan teknik membaca boleh saja berganti-ganti, senang melalui jalan yang berbeda. Perbanyak variasi dalam kegiatan kita.Mengubah dan memodifikasi kebiasaan membuat kita semakin menyenangi aktifitas kita. Melepaskan diri dari budak kebiasaan  berarti menghindari kebosanan. 

4.     Beri makan otak Anda

Memberi makan otak membuat otak siap berpikir kreatif! Kita tidak bisa menyampaikan sesuatu dan menulis sesuatu kalau kita tidak pernah memberi makan otak kita. Sangat baik bila kita mempunyai buku catatan. Senangi membaca buku biografi, majalah, petunjuk praktis, buku nonfiksi, sastra dll. Tentu saja tidak ketinggalan A-Quran dan buku-buku keislaman. Kemudian buatlah garis besar atas buku yang Anda baca. Memberi makan otak identik dengan proses belajar yang melibatkan seluruh indera. 

5.     Lakukan analisa kandungan

Menganalisis kandungan berarti menyelami, merenungi lebih jauh apa yang kita indera. Tonton acara yang menarik lalu apa yang Anda dapatkan. Amati apa yang sedang trend, adakah peluang bisnisnya? Hadiri sebanyak mungkin, seminar, ta’lim, konferensi lalu kaji sampai Anda mendapatkan inspirasi. 

6.     Bank otak

Biasakan mengumpulkan ide-ide Anda dalam buku catatan ide. Catatan akan mengingatkan kita lebih banyak dari apa yang tercatat. Mungkin sekarang tidak relevan, pada waktu lain ide tersebut adalah solusi permasalahan Anda.Desain, kliping, kumpulan iklan, gambar-gambar, coretan-coretan, tulisan-tulisan dapat Anda buka kapan saja untuk dianalisis dengan situasi aktual.Dengan prinsip asosiasi apa yang kita lihat pada catatan ide dapat dikaitkan dengan tantangan-tantangan Anda. 

7.     Senangi berjalan-jalan

Jalan-jalan bagian dari refreshing, lakukan dengan pikiran terbuka sambil menanti sesuatu yang menarik melintas dalam pikiran Anda!Mungkin ketika Anda sedang berjalan-jalan sepanjang trotoar, Anda melihat tidak ditemukan penjual makanan. Ini memacu Anda untuk melakukan studi kelayakan usaha. Banyak yang dapat kita lihat berarti banyak yang dapat kita pikirkan. 

8.     Tangkaplah pikiran Anda

Ide bak burung yang lewat di atas kepala, sebentar sudah tak terlihat, jadi catatlah sebelum lupa. Tentang apa saja! Ide akan lahir saat duduk, di atas motor, saat ngobrol… Suatu ketika Anda memerlukannya. Bukalah pada saat Anda ingin membukanya, catatan ide Anda. 

9.     Berpikir dengan benar

Berpikir itu tidak berujung. Jadi, jangan puas dengan yang ada. Berpikir lagi dan temukan lagi. Menjadikan tempurung kelapa untuk gayung atau arang sudah lazim. Tapi menjadikannya sebagai asesoris, kaki meja atau ditepungkan adalah hal baru.

 <<Posted by Hendra Firmansyah>>


Categories

%d bloggers like this: